1 Tahun dan Selamat Tinggal Budapest

1 Tahun. 1 Tahun sudah berlalu sejak saya memutuskan untuk menulis di blog lagi. Tercatat hingga saat saya menulis ini, tak kurang dari 61 posts telah saya tulis dan 1.147 komentar telah diterima.

Blog ini telah berfungsi cukup baik sebagai sarana saya menuliskan pemikiran-pemikiran ngawur saya dan pengalaman saya sebagai mahasiswa di perantauan. Melalui blog ini juga, saya telah berkenalan dengan banyak orang yang sangat cerdas, berwawasan luas, yang dari mereka saya ingin belajar lebih banyak lagi.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi para pengunjung Goresan Ngawur, mulai dari yang sekedar menyapa di shoutbox, mengajak tukeran link sampai menuliskan komentar di post saya, mulai dari yang menyukai post saya sampai yang memberikan kritik atas post saya.

Kehadiran komentator jelas memegang peranan penting dalam memacu saya untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi dan mendorong saya untuk terus menulis. Karena tidak memiliki plugin top commentator, saya iseng menghitung sendiri siapa sajakah 10 orang teratas yang untuk sementara unggul dalam jumlah pemberian komentar: 10. Mas Iman Brotoseno dan Mas Rachmat Aini Yudidharma (11 komentar), 9. Colson, Ronn dan Shige (12 komentar), 8. Michael Jubel dan Anang (13 komentar), 7. Tasa Nugraza (14 komentar), 6. Vienz (15 komentar), 5. Audrey Cornu dan Putlie (19 komentar), 4. Ipang (22 komentar), 3. Inda Ardani (27 komentar), 2. Yonna (35 komentar), dan 1. Adite (39 komentar). Terima kasih banyak buat mereka, dan juga komentator lainnya, terutama mereka yang memberikan komentar yang kritis, pedas, dan membangun. :D

Terima kasih juga buat Mas Iwan, Kang Rohman, Mas Fatih Syuhud, Bung Anton dan Lae Jubel yang telah banyak membantu saya menangani berbagai masalah teknis dalam urusan ngeblog. :lol:

Saya juga mau minta maaf apabila terkadang terkesan sombong dengan jarang atau bahkan melakukan kunjungan balik ke blog anda dan lama dalam memberikan backlink. Saya usahakan akan lebih sering lagi berkunjung lagi ke blog pembaca sekalian. :D Jangan ragu-ragu untuk memberikan komentar berupa kritikan maupun masukan yang membangun bagi Goresan Ngawur lewat post ini. Read the rest of this entry »

Posted by sherwintobing on May 30th, 2008 22 Comments

House of Terror

Sebuah pembicaraan dengan teman saya, seorang mahasiswa Hongaria, membawa saya ke sebuah bangunan nomor 60 di jalan Andrassy. House of Terror namanya. Saat ia mengetahui saya belum pernah mengunjungi tempat itu, ia memperkuat niat saya untuk ke sana.

Jalan Andrassy sendiri merupakan jalan terindah di kota Budapest. Kedua sisinya ditanami pohon yang rindang yang membentuk barisan, dan di belakang pohon-pohon tersebut berdiri dengan megah apartemen mewah dan bangunan eksotis lainnya. Andrassy menghubungkan downtown Deak Ferenc Square dengan salah satu tempat favorit saya di Budapest, Heroes’ Square.

Sepintas, House of Terror ini terlihat sama seperti bangunan lainnya di jalan tersebut. Padahal, bangunan ini menyimpan berbagai cerita mengerikan dan menyedihkan tentang era Nazi dan komunis di Hongaria.

Partai Nazi Hongaria, Arrow Cross Party, yang berkuasa menjelang Perang Dunia 2 menjadikan tempat ini sebagai markasnya. Demikian juga halnya dengan polisi rahasia komunis Hongaria (KGB-nya Hongaria), AVH setelah Perang Dunia 2. Sayang, fungsinya bukan hanya sebagai markas, tetapi juga sebagai penjara dan tempat eksekusi lawan politiknya. Read the rest of this entry »

Posted by sherwintobing on May 28th, 2008 6 Comments

Apakah Kita Sedang Tertidur Lagi?

20 Mei seratus tahun yang lalu, sejumlah mahasiswa kedokteran STOVIA memprakarsai berdirinya Budi Utomo dan menjadi momentum penting bagi kemunculan berbagai organisasi dan partai politik yang menyuarakan pentingnya persatuan dan keinginan untuk merdeka setelahnya.

Seratus tahun telah kita lewati setelahnya, dan tak kurang dari enam Presiden dan belasan kabinet sudah kita miliki. Berbagai pencapaian penting telah kita raih, seperti kemerdekaan Republik Indonesia, pengokohan kedaulatan, pengembalian beberapa wilayah oleh penjajah Belanda dan Portugal, hingga tumbangnya rezim Soeharto yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.

Kenyataannya, masih banyak rakyat yang belum terpuaskan, berbagai masalah kerap menghantam Indonesia setelahnya. Mulai dari gerakan separatisme di Aceh, Maluku, dan Irian, tragedi G30S/PKI, kerusuhan Mei 1998, praktek korupsi yang semakin merajalela, bencana alam, semakin tak tercukupinya harga kebutuhan barang pokok sampai BBM, dan kerusakan moral beberapa orang pemimpin kita. Mengerikan, apakah kita sedang tertidur lagi? Read the rest of this entry »

Posted by sherwintobing on May 19th, 2008 23 Comments

Masalah Etnis Minoritas di Eropa Tengah dan Timur (Bagian 1)

Seorang pria lahir pada tahun 1914 di kerajaan Austria-Hongaria, mengikuti jenjang pendidikan di Cekoslovakia, menikah di Hongaria, menghabiskan beberapa tahun masa tahanan di Uni Soviet, dan di pertengahan tahun 1990an mati-matian bertahan hidup di Ukraina. Tidak, dia sama sekali tidak pernah berpindah tempat tinggal, dia selalu tinggal di tempat yang sama di daerah bernama SubCarpathia.

Kenapa bisa begitu? Bagi yang tertarik menemukan jawabannya, silahkan ikuti Trilogi “Masalah Etnis Minoritas di Eropa Tengah dan Timur”: Tiga Eropa dan Bangkitnya Nasionalisme Modern, Konflik Antar Etnis di masa Perang Dunia dan Perang Dingin, Mengatasi Konflik Antar Etnis.

Tulisan sudah dibuat sesederhana mungkin. :D
Bagian 1: Tiga Eropa dan Bangkitnya Nasionalisme Modern
Read the rest of this entry »

Posted by sherwintobing on May 17th, 2008 6 Comments

When Customer Service Lady Has No Answer

(Last Update: May 12th) I believe all of you here know what does it mean by customer service. It might mean before-sales services given to potential buyers or after-sales services given to buyers. To make it concrete, Poltak was going to buy a new juicer. He went to closest supermarket and had difficulties in choosing which juicers to buy. Supermarket guy came and explained to him advantages and disadvantages of each juicers. This is what we call bef0re-sales services.

Next day, Poltak returned to that supermarket in anger after finding that the juicer did not work at all. After-sales services are about giving warranty, receiving complaints from dissatisfied citizen and offering solutions. Let us just focus on the two latest parts. What important for goods sellers or services providers now is to, first, calm the anger customer, second, explain why the problem arose and, if possible, third, offer some solutions.

Last month, I was trying to withdraw some cash from my bank account when suddenly ATM machine ate my ATM card. I had already inputted my password and there was written something like: “Please reinsert your card” but my card did not go out. I had not slept well for a week on that time, I was hungry, I was tired, I was in a hurry, I had almost no cash in my wallet, and ATM machine ate my ATM card. Wow. Read the rest of this entry »

Posted by sherwintobing on May 10th, 2008 21 Comments

Era Vladimir Putin Belum Berakhir

Sudah sejak lama saya mengagumi sosok Presiden Russia, Vladimir Putin. Semenjak mengambil kekuasaan dari Boris Yeltsin di tahun 2000, ia menjadi faktor utama dibalik bangkitnya kembali Russia. Terlepas dari gaya “kediktatoran”nya yang bahkan disebut-sebut melebihi Tsar Nicholas II ini, ia merupakan pemimpin pertama Russia yang mengundurkan diri sesuai konstitusi. Ya, artikel 81 pasal 3 konstitusi Russia melarang seseorang untuk memegang kekuasaan sebagai Presiden selama lebih dari dua masa jabatan.

Deputi Perdana Menteri sekaligus kepala perusahaan minyak raksasa Russia, Gazprom, Dmitry Medvedev telah dilantik sebagai penggantinya pada tanggal 7 Mei kemarin. Putinlah yang menganjurkan rakyat Russia untuk memilih muridnya ini pada pemilihan Presiden awal Maret 2008 lalu. Putin belum pergi, Medvedev langsung memberikan posisi Perdana Menteri Russia baginya.

Di sebuah siaran radio pada tahun 1939, Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Inggris, pernah berkata:

“I cannot forecast to you the action of Russia. It is a riddle, wrapped in a mystery, inside an enigma; but perhaps there is a key. That key is Russian national interest.”

Read the rest of this entry »

Posted by sherwintobing on May 9th, 2008 17 Comments

Pesta Demokrasi di Indonesia

Sejak era reformasi, pemilu benar-benar menjadi pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia. Rakyat bisa memilih partai politik (parpol) mana saja sesuai keinginannya, terlepas dari jenis pekerjaan yang ia geluti. Tidak ada lagi peleburan parpol-parpol secara paksa. Tidak ada lagi anjuran berbau paksaan untuk mencoblos parpol tertentu. Tidak ada lagi hambatan berarti dalam pembentukan parpol baru.

Hal terakhir inilah yang hendak saya bahas. Saya menemukan sebuah link di RepublikBabi yang memuat daftar 87 parpol baru yang INGIN bertarung di ajang pemilu 2009 nanti. Mengerikan. Komisi Pemilihan Umum menyebutkan bahwa ada 53 parpol baru yang lolos verifikasi faktual. Jika jumlah ini ditambahkan dengan 16 parpol yang memiliki kursi di parlemen, berarti ada 69 parpol yang AKAN bertarung tahun depan. Wow!! Read the rest of this entry »

Posted by sherwintobing on April 22nd, 2008 23 Comments

Blogger Indonesia of the Week (82): Sherwin Tobing

I was surprised and happy to know that Fatih Syuhud, one of the most well-known Indonesian bloggers, made me Blogger Indonesia of the Week. I just checked list of previous Blogger Indonesia of the Week and feel humble to see some great bloggers’ names there. I am not trying to keep myself sweet here, when I said something I always meant it.

He read my opinion on Fitna the Movie and here I quoted his comment on it:

But Muslim should also understand the context mentioned in the first para of this piece: the more you’re furious and uncontrollable, the more Geert Wilders (and anyone like him in the past and future) got and will get what they want. Which means you are in a “losing side” of the game. It’s in this context that we need to hear another advice which represents a good spirit and maturity of attitude. And I believe Sherwin Tobing’s take on this issue represents that grown-up spirit.

Sherwin Tobing seems to understand well the thumb rule on how to live together peacefully.

Social relationship between religious followers, particularly between Muslims and Christians is one of my favorite topics to discuss. I have personally seen sooo many Indonesians out there who appeared unsurprisingly pessimistic about Indonesia as a place where there exist friendship and tolerance between Muslims and Christians. I took different stance. You can read my opinion on this issue here. Basically, that article suggested one important starting point for this peaceful coexistence, that is to turn your suspicion and hatred of other followers into positive curiosity.Just like Martin Luther King, Jr who believed that, one day, whites and blacks would be able to join their hands, I believe the same is viable for Muslims and Christians in Indonesia, isn’t it? My optimism grew particularly after I made some non-Indonesian Muslims friends and was able to create close relationship with them regardless of our religions. After all, Muslims are my brothers too.

Lastly, I would thank Mas Fatih for this. He was the one who encouraged me to start writing some articles in English without being afraid of not being read by Indonesian readers. I started to think about improving my English while making my voices also heard by non-Indonesians. I certainly hope I will be able to write better articles from now on.

Posted by sherwintobing on April 16th, 2008 28 Comments

Freakonomics, Entertaining and Full of Surprise

I just finished reading Freakonomics, revised and expanded edition one. The subtitle says what it is all about, a rogue economist explores the hidden side of everything. Let me tell you something, the book has no single unifying theme, rather it looks like a compilation of Levitt’s (the author) observation of some “seems to be not so important” data which resulted in surprising, and absolutely, interesting discoveries.

I saw this book for the first time in Gramedia last year. My curiosity was aroused when seeing its strange title, then I secretly opened its plastic cover to see what is inside. In first chapter, he raised one unasked question: “What do schoolteachers and sumo wrestlers have in common?”. I was so interested to know the answer but my empty wallet did not allow me to buy it.

I moved to Budapest, searched for Freakonomics in some English bookstores (off course after putting some money inside my wallet) but what I heard from stores’ assistants was always “sold out”. Two weeks ago, I visited my sister in Vienna and, as chance would have it, I found it in one bookstore there.

What are there in other chapters?
Read the rest of this entry »

Posted by sherwintobing on April 12th, 2008 20 Comments

 

Close
E-mail It